Kamis, 15 April 2010

Manusia dan Penderitaan

Manusia dan penderitaan

Penderitaan

Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu perristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat.

(Sumber : http://exalute.wordpress.com/2009/03/29/manusia-dan-penderitaan/)

Senin, 12 April 2010

Cinta Kepada Keindahan Alam dan Lingkungan

Cinta Kepada Keindahan Alam dan Lingkungan

keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok.Keindahan juga dapat memberikan kita rasa keingintahuan tentang hal tersebut semakin terus bertambah. Alam sudah menciptakan pepohonan dengan keindahan tersendiri. Namun manusia juga bisa menambahkan keindahan dengan cara merawat alam(pepohonan) dengan baik sehingga alam juga akan terasa lebih indah.
Menikmati keindahan alam bisa dengan berbagai cara, yang penting menarik dan bisa fun. contohnya alam yang ada di daerah bali, Pulau Bali sudah dikenal diseluruh dunia dengan keindahan yang tidak ada bandingannya. Keindahan alam dan kekayaan adat istiadatnya menjadi salah satu daya tarik bagi para tour di bali jalanjalan mengunjungi obyek-obyek. Mulai dari obyek wisata alam, wisata seni dan budaya, sampai dengan atraksi wisata semua ada di Bali. Untuk dapat menikmati semua keindahan yang ditawarkan oleh pulau Bali Misalnya ke pulau dewata (Bali). Mereka hanya ingin melihat dan merasakan keindahan alam bali dengan pantai yang indah, pasir putih yang masih elok, dan ombak yang ideal.


Lingkungan Hidup

Lingkungan yang bersih sangat mempengaruhi setiap kehidupan manusia. Jika lingkungan disekitar itu bersih dan sehat maka kita juga akan merasa sehat dan nyaman. Sebaliknya jika lingkungan disekeliling kita kotor maka kita juga akan merasa tidak sehat. Oleh karena itu kita harus menjaga agar lingkungan disekitar kita bersih .
Caranya dengan menanam pohon atau tumbuh-tumbuhan apa saja disekitar halaman rumah. Tanaman itu sangat bagus untuk kehidupan manusia, karena tanaman akan mengeluarkan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Contohnya, jika kita berada dibawah pohon maka kita akan merasa sejuk. Itu karena pohon megeluarkan oksigen yang akan kita butuhkan. Jadi kesimpulannya kita harus banyak menanam tanaman dan harus selalu merawatnya.
Bukan hanya dengan banyak menanam pohon saja, kita juga harus membuat lingkungan disekitar kita bersih. Contoh lingkungan kotor juga dapat berasal dari air. Selama ini kita tenang-tenang saja mencuci pakaian dengan diterjen. Selain praktis dan mudah didapat, hasilnya pun memuaskan. Namun, pilihan itu diam-diam membawa dampak lingkungan. Seperti diketahui, deterjen merupakan produk sintesis. Penggunaannya akan menimbulkan polusi berupa peningkatan pH air. Kalau keasaman air tinggi, kehidupan organisme di dalamnya dapat terganggu. Semakin tinggi penggunaan pembersih sintesis ini di masyarakat luas, tentunya lingkungan perairan disekitar pemukiman penduduk akan makin tercemar, termasuk sungai-sungai yang menjadi sumber air baku bagi perusahaan air minum.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan agar bisa mencuci tanpa rasa bersalah?Banyak hal yang bisa dilakukan. Misalnya memakai sabun colek untuk mencuci, selain tidak merusak tangan, sabun colek tidak mengganggu lingkungan. Selain semua cara-cara yang efektif yang disebutkan tadi, untuk membuat lingkungan disekitar kita bersih dan sehat kita juga harus mencintai alam dan lingkungan kita. Kita harus tau bagaimana cara merawat tanaman dengan baik supaya tanaman itu tumbuh subur dan dapat menambah penghijauan.

Puisi

Sinar Bersahabat

bak cahaya lembut menyentuh
menerangi gelap dengan damai
kirimkan salam ku untuknya
dia yang menyinariku saat ini

sahabat...
sepintas engkau hadir
berjuta angan tlah terukir
sahabat...
semikan hidupku yang baru
tumbuhlah bersama puisi Ku

ingin aku tegaskan
kaulah yang slalu berkesan
ingin aku bercerita
kaulah indah yang nyata

Minggu, 21 Maret 2010

Tugas Gambar 2


Menurut pendapat saya tentang gambar tersebut adalah suatu gambaran nyata yang terjadi oleh masyarakat indonesia saat ini. Pesan yang disampaikan dari gambar tersebuat adalah pesan moral bahwa “rakyat kecil” selalu tertindas akan yang berkuasa dan menjadi yang paling pertama merasakan efek dari suatua kebijakan baru dari pemerintah, dan tentunya “rakyat kecil” melalui pesan dalam botol itu mereka berharap kebijakan-kebijakan pemerintah semuanya haruslah yang mengutamakan kepentingan rakyat bukan kepentingan pribadi atau organisasi

Tugas Gambar 1


Menurut pendapat saya tentang gambar ini adalah sebuah gamber yang menyampaikan sebuah pesan bahwa pendidikan harus dimulai sejak usia dini, pendidikan yang diberikan tentu akan sangat berpengaruh kepada faktor kejiwaan dan masa depan anak - anak. Saat ini banyak sekali pendidikan yang diberikan oleh pengajar

Rabu, 03 Maret 2010

Manusia dan Kebudayaan

Nama : Angga Ferry Sutanto

Kelas : 1 KA 19

NPM : 17109165

Tugas Ilmu Budaya Dasar Bab 1

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dick Hartoko bahwa manusia menjadi manusia merupakan kebudayaan.

Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya naluriah saja yang bukan merupakan kebudayaan, tetapi tindakan demikian prosentasenya sangat kecil. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. Terdapat beberapa proses belajar kebudayaan yaitu proses internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi.

Selanjutnya hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai 1) penganut kebudayaan, 2) pembawa kebudayaan, 3) manipulator kebudayaan, dan 4) pencipta kebudayaan.

Pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam rangka survive maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara.

Hal yang dilakukan oleh manusia inilah kebudayaan. Kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut sebagai way of life, yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah laku.

(Sumber : http://sosial-budaya.blogspot.com/2009/05/manusia-dan-kebudayaan.html)

Tinjauan Tentang Ilmu Budaya Dasar

Nama : Angga Ferry Sutanto

Kelas : 1 KA 19

Npm : 17109165

BAB I – TINJAUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR -

A. Pendahuluan

Ruang lingkup pendidikan di Indonesia memiliki daerah cakupan yang sempit dan condong membuat manusia-manusia ‘pintar’ yang tidak berpandangan luas. Mereka relatif mengesampingkan bidang-bidang yang lain yang dirasa seharusnya perlu untuk dipahami juga. Maka dari itu pembelajaran mata kuliah Ilmu Budaya Dasar ini merupakan salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, kebudayaan, dan tentang berbagai masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari sehingga didapatkan suatu kesamaan bahan pembicaraan maupun pengetahuan dan pandangan yang semakin luas.

Dengan adanya pandangan dan pengetahuan yang luas akan membuat mahasiswa lancar alam berkomunikasi sehingga memperlancar pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang. Selain itu dengan didapatkannya pembelajaran tentang Ilmu ini akan memperluas pengetahuan mahasiswa akan kebudayaan Indonesia. Jadi secara singkat dapatlah dikatakan bahwa setelah mendapat mata kuliah ini mahasiswa diharapkan memperlihatkan :

  1. Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi di sekitarnya.
  2. Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai tersebut.
  3. Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri.
  4. Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya sudah apat diterimanya denga penuh tanggung jawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dapat dibenarkan.

Latar belakang IBD selain mengkaji masalah konteks budaya Indonesia juga berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut :

1. Kenyataan bahwa Indonesia itu terdiri dari banyak suku bangsa dan keanekaragaman budaya didalamnya.

2. Adanya dampak pembenturan nilai budaya yang menyebabkan perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya.

3. Kemajuan IPTEK yang menimbulkan perubahan kondisi kehidupan.

B. Ilmu Budaya Dasar sebagai Bagian Dari Mata Kuliah Dasar Umum

Secara khusus MKDU bertujuan untuk menghasilkan warga negara sarjana yang berkulifikasi sebagai berikut :

1. Berjiwa pancasila sehingga keputusan serta tindakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai pancasila.

2. Takwa terhadap Tuhan YME, bertindak sesuai ajaran agama dan memiliki tenggang rasa terhadap agama lain.

3. Memiliki wawasan yang komprehensif.

4. Memiliki wawasan budaya yang luasnya tentang kehidupan bermasyarakat.

Jadi, pendidikan umum itu menitikberatkan pada usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa.

C. Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”. Istilah Himanitiesm itu sendiri berasal dari bahasa latin humanus yang diartikan manusia. Hal ini berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebgai homo humanus atau manusia berbudaya. Untuk mengetahui bahwa IBD termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof. Dr. Harsya Bacthiat mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :

1. Ilmu – ilmu alamiah (natural science)

Bertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal tersebut digunakan metode ilmiah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain adalah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, dan mekanika.

2. pengetahuan budaya (the humanities)

Bertujuan untuk memahami dan mecari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.

3. Ilmu – ilmu sosial (social science)

Bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang teradapat dalam hubungan antar-manusia. Untuk mengkkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.

D. Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Untuk bisa menjangkau tujuan dalam pemberian pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan , IBD diharapkan dapat :

1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan buday, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

2. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan baru.

3. Mengusahakan agar mahasiswa tidak jatuh kedalam sifat kedaerahan dan pengkotaan disiplin yang ketat.

4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademis agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.

E. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Bertitik tolak pada kerangka tujuan diatas, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah ilmu budaya dasar. Kedua masalah pokok itu adalah :

1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya.

2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.

Pokok-pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :

- Manusia dan cinta kasih

- Manusia dan keindahan

- Manusia dan penderitaan

- Manusia dan keadilan

- Manusia dan pandangan hidup

- Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian

- Manusia an kegelisahan

- Manusia dan harapan