Jumat, 21 Mei 2010

Program KB Beri Kontribusi Besar pada Keberhasilan MDGS

Gizi.net - NEW YORK--MI: Salah satu kunci untuk mencapai tujuan pembangunan global (Millennium Development Goals/MDGs) adalah suksesnya program keluarga berencana (KB). Sebab, KB memberi kontribusi terhadap delapan MDGs yang telah ditetapkan.

Demikian dikatakan oleh Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief seperti dilaporkan wartawan Mediaindonesia.com, Patna Budi Utami, dari New York, Senin (30/3).

Sugiri hadir di New York juga sebagai ketua delegasi Indonesia menjelang sidang ke 42 Commission on Population and Development yang akan dimulai Senin (30/3) hingga Jumat (3/4) di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, AS.

MDGs yang ditetapkan pada 2000 menyepakati sejumlah target, yaitu mengentaskan kemiskinan dan kelaparan, meningkatkan pendidikan dasar, meningkatkan kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan, meningkatkan kesehatan ibu, mengurangi kematian anak, memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya, menjamin kelestarian lingkungan, dan meningkatkan kemitraan internasional.

Untuk memerangi kemiskinan dengan mulai mengurangi jumlahnya sebesar 50% pada 2015, katanya, jika tidak ditunjang dengan program KB akan sulit dicapai. Angka kemiskinan akan tetap tumbuh, karena tanpa program KB orang miskin akan terus bermunculan.

"Bila keluarga miskin memiliki banyak anak, nanti akan muncul keluarga-keluarga miskin baru," katanya.

Sebaliknya, jika sebuah keluarga miskin hanya memiliki satu atau dua anak, dan mampu mengentaskan mereka, generasi miskin berikutnya akan berkurang. Oleh karena itu, ujar Sugiri, jika ingin mengurangi kemiskinan harus terlebih dahulu diciptakan keluarga kecil sehingga kemiskinan tidak bertambah.

Selanjutnya, setelah jumlahnya tidak bertambah lagi, mereka bisa diberi program pemberdayaan dan seluruh keluarga miskin pada akhirnya bisa dientaskan. "Mengentaskan kemiskinan pada angka yang sudah stabil akan jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan yang jumlahnya terus bertambah," kata Kepala BKKBN.

Selain memberikan kontribusi pada upaya pengentasan kemiskinan, program KB juga berperan besar untuk mencapai pengurangan angka kematian ibu. Sebab, ketika angka kelahiran turun, risiko kematian ibu saat melahirkan juga berkurang.

Menurutnya, data pada 2007 memperlihatkan angka kematian ibu tercatat 262 per 100 ribu kelahiran. Angka itu jauh berkurang jika dibandingkan dengan 2002 yang masih berjumlah 306 kematian per 100 ribu kelahiran.

Namun demikian, ujar Sugiri, kondisi itu tetap masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara lain di ASEAN. Ia berharap melalui program KB angka risiko kematian ibu pada 2015 bisa menyamai Singapura yang saat ini angkanya sekitar 20 per 100 ribu kelahiran.

Ia juga menyatakan, program KB sangat besar pengaruhnya pada upaya pengurangan kematian anak. Sebab, seorang ibu yang memiliki sedikit anak akan memiliki perhatian lebih tinggi terhadap buah hati mereka bila dibandingkan dengan ibu yang memiliki banyak anak. "Jumlah anak yang sedikit secara psikologis akan membantu mempercepat action ibu saat anaknya sakit," ucapnya.

Saat ini, angka kematian anak sampai usia balita di Indonesia masih berada pada posisi 36 per 1.000. (OL-02)

Sumber : Media Indonesia Online - Senin, 30 Maret 2009 19:26 WIB Reporter : Patna Budi Utami

Santap Bersama di Rumah Bentuk Pola Makan Sehat

Gizi.net - JAKARTA - Makan bersama di rumah ternyata tak hanya baik untuk komunikasi antara anggota keluarga. Sebuah studi jangka panjang mengatakan anak-anak di dalam keluarga yang terbiasa makan bersama, sedikitnya lima kali dalam seminggu cenderung memiliki pola makan baik

Para peneliti Universitas Minnesota melaporkan bahwa para remaja awal yang menyantap "menu harian keluarga" memiliki pola makan sehat, karena mereka mengonsumi lebih banyak sayuran, makanan kaya kalsium, kaya serat dan gizi penting.

Untuk studi tersebut, para peneliti mengamati pola makan 667 para remaja awal melalui kuisioner yang harus mereka isi selama pra dan awal masuk usia remaja hingga lima tahun kemudian. Penelitian itu sendiri telah diterbitkan dalam Journal of Nutrition Education and Behaviour yang diterbitkan pada edisi Maret-April tahun ini.

"Temuan dari analisis terkini, terkait dengan penemuan serupa dari analisa jangka panjang terhadap remaja akhir hingga transisi menuju dewasa awal, dengan kuat menyatakan jika menu harian keluarga memiliki keuntungan jangka panjang, "ujar Teri L. Burgess-Champoux, periset dan pakar diet dari kesehatan masyarakat universitas, seperti yang dikutip oleh jurnal tersebut.

"Pentingnya pengalaman makan bersama sebagai dasar kebiasaan yang konsisten dilakukan selama periode kunci pertumbuhan anak, sudah seharusnya menjadi perhatian orang tua dan pendidik yang peduli pada kesehatan anak.

Dalam waktu lima tahun pengisian kuisioner, jumlah menu harian keluarga yang disantap anak-anak berkisar 60 % bagian saat mereka berusia 12 hingga 13 tahun, dan 30 % bagian menu keluarga saat masuk usia 17 atau 18 tahun.

Kebiasaan makan baik itu dikaitkan dengan kebiasaan anak-anak bersantap bersama keluarga saat masa penting pertumbuhan. Mereka yang memakan hidangan reguler keluarga di kedua fase usia di atas, memiliki kualitas pola makan lebih baik di atas rata-rata, meski mereka tak benar-benar mengonsumsi jumlah makanan sehat--seperti buah, sayuran, biji-bijian--yang dianjurkan, selama lima tahun perpindahan fase.

Tentu penelitian itu tak berlaku bagi kebiasaan keluarga bersantap bersama di rumah makan atau restoran junk food. Bagi anda yang sudah memiliki kebiasaan baik ini di keluarga, jangan sampai berhenti. Untuk keluarga yang belum atau sangat jarang makan bersama di rumah karena orang tua terlalu sibuk, tak ada salahnya mencoba membiasakan kembali demi investasi kesehatan sang anak. /healthday/itz

Sumber : Republika

Belimbing Ampuh Tangkal Radikal Bebas

Gizi.net - JAKARTA - Buah yang satu ini memang tidak sepopuler buah pencuci mulut lainnya. Padahal bila matang, buah ini memiliki rasa manis yang menyegarkan. Belimbing buah asli India dengan bentuk unik itu ada dua jenis, belimbing manis (Averrhoa Carambola) dan belimbing sayur atau belimbing wuluh (Averrhoa bilim) yang rasanya asam.

Buah belimbing mempunyai kandungan gizi cukup tinggi yang bermanfaat bagi tubuh. Dalam 100 gram buah belimbing yang matang mengandung energi (35 kal), protein (50 gram), lemak (0,7 gram), karbohidrat (7,70 gram), kalsium (8 mg), serat (0,90 gram), vitamin A (18 RE), vitamin C (33Mg) dan niacin (0,40 gram).

Untuk kesehatan berbagai manfaat dapat diambil dari belimbing manis. Sebagai sumber vitamin, khususnya vitamin A dan C, belimbing adalah antioksidan ampuh dalam memerangi radikal bebas. Buah ini juga mampu membantu mencegah penyebaran sel-sel kanker, meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah sariawan.

Belimbing mengandung pektin yang mampu mengikat kolesterol dan asam empedu terdapat dalam usus dan membantu pengeluarannya. Selain itu, buah ini juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Kandungan serat yang tinggi, membuat belimbing bermanfaat untuk melancarkan proses pencernaan. Kadar kalium yang tinggi, serta natrium yang rendah, juga cocok sebagai obat hipertensi. Untuk penggemar buah yang memiliki kelebihan berat badan, belimbing baik untuk pilihan karena mengandung kaloi rendah.

Selain manfaat yang dapat diambil dari buah, bunga dan akar pohon belimbing pun memiliki khasiat. Bunga belimbing ternyata memiliki sifat khas manis dan menetralkan plus kandungan kimia berupa glukosida, vitamin B, dan vitamin C. Bunga belimbing manis memiliki khasiat sebagi antipiretik dan ekspektoran, sehingga dapat dimanfaatkan mengatasi batuk pada anak-anak. Akar pohon belimbing juga dapat dimanfaatkan untuk sakit kepala dan nyeri persendian (rematik). Kini, bila ada buah belimbing di pasar, jangan ragu untuk membeli. (cr1/itz)

Sumber : Republika Online - Kesehatan - By Republika Newsroom
Kamis, 02 April 2009 pukul 13:20:00

Khasiat Kulit & Biji Anggur

Gizi.net - JAKARTA-- Rasa anggur yang menyegarkan, membuatnya banyak diminati. Nyatanya buah itu juga dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, lemah jantung dan masalah kulit.

Pada tahun 1870, Dr. John Harvey Kellog, memberikan resep anggur untuk berbagai penyakit. Untuk kesembuhan, dia hanya memberikan resep makan buah anggur dengan takaran tertentu.

Menurut The George Mateljan Foundation, anggur memiliki nilai gizi yang sangat luar biasa. Tiap 100 gram anggur paling tidak 25 komponen gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kandungan mineral dalam anggur yang memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh antara lain mangan. Zat itu sangat diperlukan tubuh dalam sintesis energi sehingga dapat membantu menjaga kestabilan gula dalam darah. Mangan juga diperlukan tubuh untuk metabolisme lemak dan pembentukan jaringan ikat dan tulang.

Anggur disebut mengandung karotenoid dan likopen yang tinggi. Kedua zat kimia tersebut dikenal luas akan kemampuannya menghambat berbagai penyakit tubuh. Kandungan antioksidan dalam anggur tersebut sudah diyakini kalangan luas sebagai pelindung sel dari radikal bebas penyebab penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, kanker, dan beberapa penyakit akibat penuaan.

Kandungan vitamin C, B6, K dan B1 dalam anggur juga tinggi dengan khasiat yang luar biasa bagi tubuh. Vitamin C buah anggur dapat meningkatkan imunitas dan penyembuhan luka. Kandungan B6 pada anggur juga sangat penting untuk otak agar dapat berfungsi normal.

Kulit anggur juga memiliki kandungan resveratrol yang merupakan sumber penting dari flavonoids, termasuk katekin, quercetin, prosianidin, dan antosianin.

Resveratrol ditemukan pada sebagian besar kulit buah anggur. Penelitian beberapa tahun terakhir menyimpulkan, resveratrol kemungkinan dapat membantu awet muda dan mencegah kanker.

Khasiat lain yang dimiliki anggur adalah untuk mengatasi kelelahan dan hipoglikemi karena kandungan gula alaminya yang sangat tinggi, terutama dalam bentuk glukosa dan fruktosa. Jus anggur dipercaya dapat mencegah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit infeksi virus seperti influenza, polio dan herpes.

Selain itu, biji anggur juga diyakini mengandung mineral, seng dan mangan yang bermanfaat bagi tubuh.

Kini mengonsumsi anggur, tak perlu lagi membuang kulit dan bijinya untuk memperoleh manfaat maksimal. (cr1/berbagai sumber/rin)

Sumber : Republika Online - Kesehatan - By Republika Newsroom
Kamis, 09 April 2009 pukul 17:19:00

Cara Hidup Sehat

Gizi.net - Ada beberapa hal yang sering dilewatkan dalam menjalani hidup, sehingga akibat buruk dari kebiasaan ini akan datang mengganggu kesehatan kita. Hal ini bisa terjadi hanya karena kebiasaan hidup yang tidak teratur. Kebiasaan tersebut adalah antara lain melewatkan sarapan, kurang minum air putih, kurang gerak sampai dengan ngemil snack berkalori tinggi.

Menurut Pete Cohen, psikolog dan physical trainer, bahwa tidak ada manusia lahir dengan kebiasaan buruk. Kebiasaan ini dipelajari saat tumbuh dewasa. Cara yang paling jitu untuk membuang kebiasaan buruk adalah dengan menggantinya dengan kebiasaan yang lebih baik. Menurut beberapa penelitian, diperlukan pengulangan 20 - 30 kali untuk kemudian menjadi kebiasaan baru.

Apakah semudah itu ??, sepertinya mudah saja, tapi kalau dijalani mengapa sulit??, karena kita memang hidup dilingkungan yang sudah mengesahkan kebiasaan-kebiasaan buruk itu menjadi hal yang biasa.

Ada beberapa tips dibawah ini, mengenai cara menghargai hidup dengan menjalani hidup secara sehat dan teratur, yaitu:

1. Minum air putih secara cukup
Kenapa terjadi? tubuh manusia tidak akan memberi sinyal berupa rasa haus sampai tubuh benar-benar kekurangan air atau mengalami dehidrasi.
Mengapa air putih? karena dua per tiga tubuh kita terdiri dari air, maka air merupakan unsur terpenting bagi tubuh. Setiap hari kita kehilangan 1,5 liter air lewat kulit, paru-paru dan ginjal (berupa air kencing). Untuk itu kehilangan itu harus digantikan dengan jumlah yang cukup, sehingga tubuh akan terhindar dari kelelahan, sakit kepala, kulit kusam dan bad mood.

2. Sarapan pagi setiap hari
Kenapa terjadi? Alasan yang sering didengar adalah karena tidak cukup waktu untuk sarapan.
Mengapa sarapan? Kalau sarapan terlewatkan maka akan mempengaruhi produktivitas kerja. Untuk itu 'dengarkan' tubuh anda dengan melakukan sarapan sehat secara rutin setiap hari. Sarapan sehat adalah makanan ringan yang cukup gizi seperti segelas susu atau jus buah atau sarapan siap saji yang kaya gizi dan rendah lemak.

3. Makan siang yang bergizi
Kenapa terjadi? Karena biasanya kelebihan karbohidrat sering terjadi saat makan siang, atau kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung protein sebagau sumber energi.
Mengapa harus bergizi? Biasanya ngemil makanan tinggi kalori akan jadi pilihan utama apabila rasa lapar menyerang, seperti cokelat, keripik atau biskuit, yang banyak mengandung lemak, gula dan garam.
Untuk itu memilih makan siang yang bergizi adalah cara yang bijaksana untuk mengatasi rasa lapar. Cara yang bijaksana menurut Dr. Wendy Doyle, ahli diet, dengan cara menambah lauknya, makan sepotong buah atau segelas yoghurt.

4. Siasati makan malam
Kenapa terjadi? Biasanya setelah lelah seharian kerja, maka akan malas kalau harus mempersiapkan makan malam.
Mengapa disiasati? Karena biasanya bila tidak mempersiapkan makan malam maka fast food atau take-away food, yang pasti mengandung tinggi lemak dan garam. Cara mengatasinya??, makan sesuatu sebelum pulang kantor dan mengisi kulkas dengan bahan makanan yang lebih tahan lama simpan untuk keadaan darurat. Kalau terpaksa membeli makanan, lebih baik hindari makanan yang digoreng dan pikirkan makanan tersebut mengandung gizi, yang paling tidak, cukup.

Sumber: Majalah Cosmopolitan, Maret 20