Nama : Angga Ferry Sutanto
Kelas : 3 KA 16
NPM : 17109165
Tugas Bahasa Indonesia 2
Logika adalah : Ilmu atau kecakapan dalam menalar atau berfikir atau merumuskan aturan-aturan secara tepat.
Logika sbg sebuah ilmu ada kaidah2 logika
Logika sbg pola berfikir (bersikap dan bertindak)
Berfikir adalah : Kegiatan akal dalam mengelola pengetahuan atau pengalaman yang ditujukan untuk mendapatkan suatu kebenaran.
Berfikir Implisit : (adanya suatu kepastian)
Berfikir Eksplisit : (berupa rayuan / sindiran)
Berfikir induktif : proses pemikiran yang dilandasi oleh pengetahuan yang bersifat khusus untuk menyimpulkan sesuatu yang bersifat umum.
Berfikir Deduktif : sebaliknya
Deduksi terbuka (mungkin bisa ya dan tidak), cth :minum air kotor belum tentu sakit
Deduksi tertutup (adanya kepastian)
Cth : setiap makhluk hidup pasti bernafas
Pertimbangan2 berfikir dlm memutuskan sesuatu : objektif,tidak berburuk sangka, berfikir beberapa kali, dampaknya apa, optimistik, sistematis, dialogtis (fleksibel).
(Sumber : http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/09/tentang-logika-dan-proses-berpikir.html. http://ruhcitra.wordpress.com/2008/10/21/petikan-masalah-dari-buku-kerja-epistemologi/)
Kelas : 3 KA 16
NPM : 17109165
Tugas Bahasa Indonesia 2
Logika adalah : Ilmu atau kecakapan dalam menalar atau berfikir atau merumuskan aturan-aturan secara tepat.
Logika sbg sebuah ilmu ada kaidah2 logika
Logika sbg pola berfikir (bersikap dan bertindak)
Berfikir adalah : Kegiatan akal dalam mengelola pengetahuan atau pengalaman yang ditujukan untuk mendapatkan suatu kebenaran.
Berfikir Implisit : (adanya suatu kepastian)
Berfikir Eksplisit : (berupa rayuan / sindiran)
Berfikir induktif : proses pemikiran yang dilandasi oleh pengetahuan yang bersifat khusus untuk menyimpulkan sesuatu yang bersifat umum.
Berfikir Deduktif : sebaliknya
Deduksi terbuka (mungkin bisa ya dan tidak), cth :minum air kotor belum tentu sakit
Deduksi tertutup (adanya kepastian)
Cth : setiap makhluk hidup pasti bernafas
Pertimbangan2 berfikir dlm memutuskan sesuatu : objektif,tidak berburuk sangka, berfikir beberapa kali, dampaknya apa, optimistik, sistematis, dialogtis (fleksibel).
Hubungan antara bahasa, matematika dan statistika dalam metode ilmiah
Bahasa, matematika dan statistika merupakan sarana berpikir ilmiah. Ketiganya mengembangkan logika masing-masing dan berperan mendukung langkah-langkah prosedural tertentu dalam metode ilmiah. Bahasa (verbal) merupakan sarana komunikasi ilmiah yang efektif, tetapi kurang efisien dibandingkan dengan bahasa simbolik matematika dan statistika. Dengan logika induktif yang dimungkinkan melalui statistika, kita dapat menghitung besar peluang kebenaran secara kuantitatif. Demikian pula yang kita dapat lakukan dengan logika deduktif yang dikembangkan dalam matematika.
(Sumber : http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/09/tentang-logika-dan-proses-berpikir.html. http://ruhcitra.wordpress.com/2008/10/21/petikan-masalah-dari-buku-kerja-epistemologi/)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar