Minggu, 21 Maret 2010

Tugas Gambar 2


Menurut pendapat saya tentang gambar tersebut adalah suatu gambaran nyata yang terjadi oleh masyarakat indonesia saat ini. Pesan yang disampaikan dari gambar tersebuat adalah pesan moral bahwa “rakyat kecil” selalu tertindas akan yang berkuasa dan menjadi yang paling pertama merasakan efek dari suatua kebijakan baru dari pemerintah, dan tentunya “rakyat kecil” melalui pesan dalam botol itu mereka berharap kebijakan-kebijakan pemerintah semuanya haruslah yang mengutamakan kepentingan rakyat bukan kepentingan pribadi atau organisasi

Tugas Gambar 1


Menurut pendapat saya tentang gambar ini adalah sebuah gamber yang menyampaikan sebuah pesan bahwa pendidikan harus dimulai sejak usia dini, pendidikan yang diberikan tentu akan sangat berpengaruh kepada faktor kejiwaan dan masa depan anak - anak. Saat ini banyak sekali pendidikan yang diberikan oleh pengajar

Rabu, 03 Maret 2010

Manusia dan Kebudayaan

Nama : Angga Ferry Sutanto

Kelas : 1 KA 19

NPM : 17109165

Tugas Ilmu Budaya Dasar Bab 1

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dick Hartoko bahwa manusia menjadi manusia merupakan kebudayaan.

Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya naluriah saja yang bukan merupakan kebudayaan, tetapi tindakan demikian prosentasenya sangat kecil. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. Terdapat beberapa proses belajar kebudayaan yaitu proses internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi.

Selanjutnya hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai 1) penganut kebudayaan, 2) pembawa kebudayaan, 3) manipulator kebudayaan, dan 4) pencipta kebudayaan.

Pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam rangka survive maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara.

Hal yang dilakukan oleh manusia inilah kebudayaan. Kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut sebagai way of life, yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah laku.

(Sumber : http://sosial-budaya.blogspot.com/2009/05/manusia-dan-kebudayaan.html)

Tinjauan Tentang Ilmu Budaya Dasar

Nama : Angga Ferry Sutanto

Kelas : 1 KA 19

Npm : 17109165

BAB I – TINJAUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR -

A. Pendahuluan

Ruang lingkup pendidikan di Indonesia memiliki daerah cakupan yang sempit dan condong membuat manusia-manusia ‘pintar’ yang tidak berpandangan luas. Mereka relatif mengesampingkan bidang-bidang yang lain yang dirasa seharusnya perlu untuk dipahami juga. Maka dari itu pembelajaran mata kuliah Ilmu Budaya Dasar ini merupakan salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, kebudayaan, dan tentang berbagai masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari sehingga didapatkan suatu kesamaan bahan pembicaraan maupun pengetahuan dan pandangan yang semakin luas.

Dengan adanya pandangan dan pengetahuan yang luas akan membuat mahasiswa lancar alam berkomunikasi sehingga memperlancar pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang. Selain itu dengan didapatkannya pembelajaran tentang Ilmu ini akan memperluas pengetahuan mahasiswa akan kebudayaan Indonesia. Jadi secara singkat dapatlah dikatakan bahwa setelah mendapat mata kuliah ini mahasiswa diharapkan memperlihatkan :

  1. Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi di sekitarnya.
  2. Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai tersebut.
  3. Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri.
  4. Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya sudah apat diterimanya denga penuh tanggung jawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dapat dibenarkan.

Latar belakang IBD selain mengkaji masalah konteks budaya Indonesia juga berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut :

1. Kenyataan bahwa Indonesia itu terdiri dari banyak suku bangsa dan keanekaragaman budaya didalamnya.

2. Adanya dampak pembenturan nilai budaya yang menyebabkan perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya.

3. Kemajuan IPTEK yang menimbulkan perubahan kondisi kehidupan.

B. Ilmu Budaya Dasar sebagai Bagian Dari Mata Kuliah Dasar Umum

Secara khusus MKDU bertujuan untuk menghasilkan warga negara sarjana yang berkulifikasi sebagai berikut :

1. Berjiwa pancasila sehingga keputusan serta tindakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai pancasila.

2. Takwa terhadap Tuhan YME, bertindak sesuai ajaran agama dan memiliki tenggang rasa terhadap agama lain.

3. Memiliki wawasan yang komprehensif.

4. Memiliki wawasan budaya yang luasnya tentang kehidupan bermasyarakat.

Jadi, pendidikan umum itu menitikberatkan pada usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa.

C. Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”. Istilah Himanitiesm itu sendiri berasal dari bahasa latin humanus yang diartikan manusia. Hal ini berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebgai homo humanus atau manusia berbudaya. Untuk mengetahui bahwa IBD termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof. Dr. Harsya Bacthiat mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :

1. Ilmu – ilmu alamiah (natural science)

Bertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal tersebut digunakan metode ilmiah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain adalah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, dan mekanika.

2. pengetahuan budaya (the humanities)

Bertujuan untuk memahami dan mecari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.

3. Ilmu – ilmu sosial (social science)

Bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang teradapat dalam hubungan antar-manusia. Untuk mengkkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.

D. Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Untuk bisa menjangkau tujuan dalam pemberian pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan , IBD diharapkan dapat :

1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan buday, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

2. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan baru.

3. Mengusahakan agar mahasiswa tidak jatuh kedalam sifat kedaerahan dan pengkotaan disiplin yang ketat.

4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademis agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.

E. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Bertitik tolak pada kerangka tujuan diatas, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah ilmu budaya dasar. Kedua masalah pokok itu adalah :

1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya.

2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.

Pokok-pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :

- Manusia dan cinta kasih

- Manusia dan keindahan

- Manusia dan penderitaan

- Manusia dan keadilan

- Manusia dan pandangan hidup

- Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian

- Manusia an kegelisahan

- Manusia dan harapan

Sabtu, 27 Februari 2010

Tentang Berpikiran secara logis berkenan secara ilmiah

Nama : Angga Ferry Sutanto
Kelas : 3 KA 16
NPM : 17109165
Tugas Bahasa Indonesia 2

Logika adalah : Ilmu atau kecakapan dalam menalar atau berfikir atau merumuskan aturan-aturan secara tepat.

Logika sbg sebuah ilmu ada kaidah2 logika
Logika sbg pola berfikir (bersikap dan bertindak)

Berfikir adalah : Kegiatan akal dalam mengelola pengetahuan atau pengalaman yang ditujukan untuk mendapatkan suatu kebenaran.
Berfikir Implisit : (adanya suatu kepastian)
Berfikir Eksplisit : (berupa rayuan / sindiran)

Berfikir induktif : proses pemikiran yang dilandasi oleh pengetahuan yang bersifat khusus untuk menyimpulkan sesuatu yang bersifat umum.
Berfikir Deduktif : sebaliknya
Deduksi terbuka (mungkin bisa ya dan tidak), cth :minum air kotor belum tentu sakit
Deduksi tertutup (adanya kepastian)
Cth : setiap makhluk hidup pasti bernafas
Pertimbangan2 berfikir dlm memutuskan sesuatu : objektif,tidak berburuk sangka, berfikir beberapa kali, dampaknya apa, optimistik, sistematis, dialogtis (fleksibel).

Hubungan antara bahasa, matematika dan statistika dalam metode ilmiah

Bahasa, matematika dan statistika merupakan sarana berpikir ilmiah. Ketiganya mengembangkan logika masing-masing dan berperan mendukung langkah-langkah prosedural tertentu dalam metode ilmiah. Bahasa (verbal) merupakan sarana komunikasi ilmiah yang efektif, tetapi kurang efisien dibandingkan dengan bahasa simbolik matematika dan statistika. Dengan logika induktif yang dimungkinkan melalui statistika, kita dapat menghitung besar peluang kebenaran secara kuantitatif. Demikian pula yang kita dapat lakukan dengan logika deduktif yang dikembangkan dalam matematika.



(Sumber : http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/09/tentang-logika-dan-proses-berpikir.html. http://ruhcitra.wordpress.com/2008/10/21/petikan-masalah-dari-buku-kerja-epistemologi/)

Selasa, 05 Januari 2010

Contoh dari OSGI

Teknologi Osgi sudah sangat banyak dikembangkan untuk berbagai macam keperluan dalam sehari hari maupun di bidang teknologi informasi dan industry serta di bidang ilmu komputer.

  • Dalam kehidupan sehari-hari

Dikembangkan untuk mengendalikan alat-alat elektronik dalam rumah tangga dengan internet. Yaitu dengan menghubungkan berbagai framework OSGI ini untuk mengendalikan alat-alat rumah tangga yang bersifat elektronik. Hal ini dilakukan dengan berbagai protocol network yaitu Bluetooth, uPnP,HAVi, dan X10. Dengan bantuan Jini dan standart OSGI dari sun microsistem yaitu Java Embedded Server. Teknologi ini dinamakan home network dan jinni adalah salah satu standart untuk pembuatan home nerwork yang berbasis java.

  • Teknologi dan industry

Dalam hal ini pengembangan OSGI dalam Teknologi dan industri adalah untuk otomatisasi industri. Seperti otomatisnya system dalam gudang yang dapat meminta dalam PPIC untuk mengadakan bahan baku, dan masih banyak yang lain.

  • Ilmu Komputer

Dalam ilmu Komputer ini sangat banyak pengembang yang memanfaatkan teknologi OSGI ini. Dari surfing di internet banyak yang mengulas tentang Pemrograman Java yang mengapdopsi teknologi osgi ini. Salah satu contoh adalah knopflerfish merupakan framework untuk melakukan OSGI didalam program Java. Dan juga eclipse IDE merupakan OSGI framework yang dikembangkan oleh eclipse dan berbasis GUI. Dan masih banyak juga dalam server serta program-program lain yang mengembangkan teknologi OSGI ini.

(Sumber : http://idpelajar.com/komputer/osgi-open-service-gateway-initiative/)

Senin, 23 November 2009

Open Services Gateway initiative (OSGi)

Nama : Angga Ferry Sutanto

Kelas : 4 KA 12

NPM : 17109165

Tugas Telematika

The OSGi Alliance (sebelumnya dikenal sebagai Open Services Gateway inisiatif, sekarang nama kuno) adalah terbuka organisasi standar yang didirikan pada Maret 1999. Aliansi dan anggota-anggotanya telah ditentukan yang Java berbasis layanan platform yang dapat dikelola dari jarak jauh. Inti bagian dari spesifikasi adalah sebuah kerangka kerja yang mendefinisikan suatu manajemen siklus hidup aplikasi model, layanan registry, sebuah lingkungan Eksekusi dan Modul. Based on this framework, a large number of OSGi Layers, APIs , and Services have been defined. Berdasarkan kerangka ini, sejumlah besar OSGi layers, API, dan Jasa telah ditetapkan.

Kerangka kerja yang OSGi sistem modul untuk Java yang lengkap dan mengimplementasikan sebuah model komponen dinamis, sesuatu yang tidak ada di Jawa standalone / VM lingkungan. Aplikasi atau komponen (datang dalam bentuk bungkusan untuk penyebaran) dapat jarak jauh diinstal, mulai, berhenti, diperbarui dan dihapus tanpa memerlukan reboot; pengelolaan paket Jawa / kelas ditentukan dengan sangat rinci. Hidup siklus manajemen dilakukan melalui API yang memungkinkan untuk remote men-download dari kebijakan manajemen. Registri layanan memungkinkan berkas untuk mendeteksi penambahan layanan baru, atau penghapusan layanan, dan beradaptasi sesuai.

Asli layanan fokus pada penerapan gateway tapi ternyata jauh lebih luas. OSGi spesifikasi yang sekarang digunakan dalam aplikasi mulai dari ponsel ke open source Eclipse IDE. Wilayah aplikasi lain meliputi mobil, otomasi industri, otomatisasi bangunan, PDA, komputasi grid, hiburan (misalnya iPronto), manajemen armada, dan aplikasi server.

(Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/OSGi)